
27 Juli 2026 – STIKes Pernus secara resmi menerjunkan 84 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Nagrak. Mahasiswa akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang tersebar di empat wilayah, yaitu Kampung Rawa Cina, Kampung Sudi, Kampung Salahuni, dan Kampung Babakan Renyom-Renyom.
Ketua STIKes, Obar, M.Kep, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, program KKN juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) dengan menyesuaikan program kerja berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.
“Mahasiswa harus mampu mengimplementasikan Sustainable Development Goals sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program yang dilaksanakan hendaknya memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan kesehatan yang ada di lingkungan masyarakat sehingga dapat mendukung terwujudnya kampus yang berdampak,” ujar Obar, M.Kep.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa terdapat empat isu kesehatan prioritas yang perlu menjadi perhatian mahasiswa selama pelaksanaan KKN, yaitu hipertensi, diabetes melitus, tuberkulosis (TB), dan stunting. Keempat permasalahan tersebut diharapkan menjadi fokus berbagai kegiatan promotif, preventif, edukatif, serta pemberdayaan masyarakat yang dirancang oleh mahasiswa bersama warga dan pemangku kepentingan setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Nagrak Bapak Hendi Saepul Maladi, S.H menyambut baik kehadiran 84 mahasiswa KKN STIKes yang akan mengabdi di wilayah desanya. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah desa dalam mendukung program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.
Kepala Desa juga mendorong seluruh mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dengan membangun komunikasi yang baik serta ikut terlibat dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh warga.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja yang telah direncanakan, tetapi juga mampu berbaur dengan masyarakat, mengikuti kegiatan-kegiatan desa, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh warga,” ungkapnya.
Melalui pelaksanaan KKN ini, STIKes Pernus berharap mahasiswa dapat mengembangkan kepedulian sosial, meningkatkan kemampuan bekerja sama dengan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat serta tetap mengaplikasikan nilai-nilai RAMAH. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menghasilkan program pengabdian yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Nagrak.

No responses yet